Arsitektur dapat diartikan sebagai struktur desain komputer dan semua rinciannya. Arsitektur (architecture) mengandung arti struktur desain/design komputer:computer dan semua rinciannya, seperti sistem:system sirkuit:circuit. Arsitektur adalah struktur desain komputer dan semua rinciannya, seperti sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi slot, BIOS dan sebagainya. Arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu system ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi. Tiga elemen arsitektur adalah sebagai berikut:
• Arsitektur sistem pemrosesan, menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem operasi, dan software aplikasi. Yang diperlukan untuk menangani persyaratan pemrosesan informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap.
• Arsitektur telekomunikasi dan jaringan, menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta dari organisasi lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.
• Arsitektur data, sejauh ini merupakan yang paling rumit diantara ketiga arsitektur di atas, dan termasuk yang relatif sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.
• interface (antarmuka) adalah sebuah titik, wilayah atau permukaan dimana dua zat atau benda berbeda bertemu; dia juga digunakan secara metafora untuk perbatasan antara benda. Dalam artinya yang khusus, interface merupakan fungsi atribut sensor dari suatu sistem (aplikasi, perangkat lunak, kendaraan, dll) yang berhubungan dengan pengoperasiannya oleh pengguna. Telematika sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, bahkan menjadi komoditas industri, bisnis informasi, media dan telekomunikasi. Secara umum telematika merupakan bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Jadi, interface telematika adalah atribut sensor dari pertemuan sistem jaringan komunikasi dan teknologi informasi yang berhubungan dengan pengoperasian oleh pengguna.
Dengan kemajuan teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi menawarkan sesuatu perkembangan komputer sangatlah mahal yaitu mini komputer, workstation dan personal komputer yang memiliki kemampuan mainframe dengan harga yang lebih murah.
Hal ini mendorong munculnya paradigma baru pada pemrosesan data yaitu apa yang disebut Distributed Processing dimana sejumlah komputer mini komputer, workstation atau personal komputer menangani semua proses yang didistribusikan secara fisik melalui jalur jaringan komunikasi.
Client merupakan sistem yang melakukan pada permintaan data atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client.
Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server pada suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
Salah satu bentuk dari distributed processing adalah arsitektur client-server. Klien-server atau client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk pada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server. Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen client juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponenclient dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen client tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima request dari clinet, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada client. Client pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna.
Macam-macam arsitektur aplikasi Client-Server beserta kelebihan dan kekurangannya yaitu:
1. Standalone (one-tier)
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan
dijalankan pada host. Walaupun computer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, karena mereka “dump- client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada.
Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap lagi, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus.
Keuntungan arsitektur standalone (one-tier):
- Sangat mudah
- Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan
Kelemahan arsitektur standalone (one-tier):
- Skala kecil
- Susah diamankan
- Menyebabkan perubahan terhadap salah satu komponen diatas tidak mungkin dilakukan, karena akan mengubah semua bagian.
- Tidak memungkinkan adanya re-usable component dan code.
- Cepat dalm merancang dan mengaplikasikan
2. Client/Server (two tier)
Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server yang dihubungkan melalui
sebuah jaringan.
Aplikasi ditempatkan pada computer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.
Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu :
1. User Interface. Adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan
dan digunakan langsung oleh user.
2. Manajemen Proses.
3. Database.
Model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua lapisan.
Kelebihan dari model client/server
- Mudah
- Menangani Database Server secara khusus
- Relatif lebih sederhana untuk di develop dan diimplementasikan
- Lebih cocok diterapkan untuk bisnis kecil.
Server database berisi mesin database, termasuk tabel, prosedur tersimpan, dan trigger (yang juga berisi aturan bisnis). Dalam system client/server, sebagian besar logika bisnis biasanya diterapkan dalam database.
Server database manangani :
§ Manajemen data
§ Keamanan
§ Query, trigger, prosedur tersimpan
§ Penangan kesalahan
Arsitektur client/server merupakan sebuah langkah maju karena mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke computer client. Ini berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja server file tidak akan menurun dengan cepat. Dengan client/server user dair berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal.
Namun masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain menjalankan tugas-tugas tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan nyata dari sebagian besar aplikasi.
Kekurangan dari model client/server :
- Kurangnya skalabilitas
- Koneksi database dijaga
- Tidak ada keterbaharuan kode
- Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi
- skala kecil.
- Susah di amankan.
- Lebih mahal
4. Multi Tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing.
Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.
Multi-tier architecture menyuguhkan bentuk three – tier yang diperluas dalam model fisik yang terdistribusi. Application server dapat mengakses Application server yang lain untuk mendapat data dari Data server dan mensuplai servis keclient Application.
Kelebihan arsitektur Multi tier :
- Dengan menggunakan aplikasi multi-tier database, maka logika aplikasi dapat dipusatkan pada middle-tier, sehingga memudahkan untuk melakukan control terhadap client-client yang mengakses middle server dengan mengatur seting pada dcomcnfg.
- Dengan menggunakan aplikasi multi-tier, maka database driver seperti BDE/ODBC untuk mengakses database hanya perlu diinstal sekali pada middle server, tidak perlu pada masing-masing client.
- Pada aplikasi multi-tier, logika bisnis pada middle-tier dapat digunakan lagi untuk mengembangkan aplikasi client lain,sehingga mengurangi besarnya program untuk mengembangkan aplikasi lain.
Selain itu meringankan beban pada tiap-tiap mesin karena program terdistribusi pada beberapa mesin.
- Relatif lebih mahal
- Memerlukan adaptasi yang sangat luas ruang lingkupnya apabila terjadi
perubahan sistem yang besar.
Kekurangan arsitektur Multi tier :
- Program aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier.
- Lebih mahal
Arsitektur Client/Server
• Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC
• Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri
• Berbagi hardware atau software
Arsitektur Database Server
• Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis)
• Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database
• Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi
• Beban jaringan menjadi berkurang
• Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server
• Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture
Adapun beberapa model adalah sebagai berikut:
• Arsitektur Mainframe
Pada arsitektur ini, terdapat sebuah komputer pusat (host) yang memiliki sumber daya yang sangat besar, baik memori, processor maupun media penyimpanan.
• Arsitektur File Sharing
Pada arsitektur ini komputer server menyediakan file-file yang tersimpan di media penyimpanan server yang dapat diakses oleh pengguna. Arsitektur file sharing memiliki keterbatasan, terutama jika jumlah pengakses semakin banyak serta ukuran file yang di shaing sangat besar.
• Arsitektur Client/Server
Karena keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah arsitektur client/server. Dengan arsitektur ini, query data ke server dapat terlayani dengan lebih cepat karena yang ditransfer bukanlah file, tetapi hanyalah hasil dari query tersebut. RPC (Remote Procedure Calls) memegang peranan penting pada arsitektur client/server.
Terdapat 6 macam teknologi yang terkait antara lain:
1. Head-Up Displays Systems
Head-Up Displays Systems atau disingkat (HUD) merupakan tampilan transparan yang menampilkan data tanpa memerlukan pengguna untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya.
2. Tangible User Interface
Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik.
3. Computer Vision
Computer Vision (Komputer Visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat.
Sebagai teknologi disiplin, visi komputer berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem visi komputer. Contoh aplikasi visi komputer mencakup sistem untuk :
• Pengendalian proses (misalnya, sebuah robot industri atau kendaraan otonom).
• Mendeteksi peristiwa (misalnya, untuk pengawasan visual atau orang menghitung).
• Mengorganisir informasi (misalnya, untuk pengindeksan database foto dan gambar urutan).
• Modeling benda atau lingkungan (misalnya, industri inspeksi, analisis gambar medis atau topografis model).
• Sub-domain visi komputer meliputi adegan rekonstruksi, acara deteksi, pelacakan video, pengenalan obyek, belajar, pengindeksan, gerak estimasi, dan gambar restorasi.
4. Browsing Audio Data
Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut :
• Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP
• Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi
• Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi
• compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video / audio data melalui Internet.
5. Speech Recognition
Dikenal dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition) merupakan suatu sistem yang dapat mengidentifikasi seseorang dari suara dimana merubah suara menjadi tulisan. Istilah ‘voice recognition’ digunakan untuk mengenali atau mengidentifikasi siapa yang berbicara, sedangkan istilah ‘Speech Recognition’ digunakan untuk mengidentifikasi apa yang diucapkannya.
6. Speech Synthesis
Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.
Antarmuka atau lebih akrab terdengar dalam bahasa Inggris yaitu interface merupakan suatu perantara yang menghubungkan antara brainware dengan software dan atau hardware, dalam hal ini adalah antara pengguna dengan komputer. Kata interface kadangkala (biasanya dalam bidang teknik) disingkat menjadi "i/f". Bentuk kerja dari interface berarti menghubungkan dua atau lebih benda pada suatu titik atau batasan yang terbagi, atau untuk menyiapkan kedua benda untuk tujuan tersebut.
Command Line Interface(CLI) adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal.
Graphical User Interface(GUI) adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk (pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP (window, icon, menu, pointing device)
contoh GUI pada sistem operasi Windows XP:
Antarmuka PC
Antarmuka pada PC atau Personal Computer mempunyai suatu dasar-dasar dalam hal akuisisi data. Akuisisi data sederhananya merupakan suatu proses untuk memperoleh suatu data yang menjadikannya menjadi proses yang penting dalam sistem pemantauan dan pengendalian sistem. Fenomena fisik seperti suhu, tegangan, posisi, laju atau kecepatan, gaya, tekanan, radioaktivitas, intenstitas cahaya, resistansi, kelembaban, konsentrasi gas, medan magnet, frekuensi, level suara dan lain sebagainya ditangkap oleh sebuah transduser.
Tujuan dari sebuah sistem operasi adalah sebagai penghubung antara brainware dan hardware, dimana sistem operasi memberikan kemudahan-kemudahan agar user tidak harus mengakses hardware secara langsung dalam bahasa mesin, tetapi dalam bentuk layanan-layanan yang diberikan oleh sistem operasi. Berikut ini adalah kategori-kategori layanan yang diberikan oleh sistem operasi:
• Antarmuka
Sistem operasi menyediakan berbagai fasilitas yang membantu programmer dalam membuat program seperti editor.
• Eksekusi Program
Sistem harus bisa me-load program ke memori dan menjalankan program tersebut.
• Operasi Masukan/Keluaran
Program yang sedang dijalankan kadang kala membutuhkan masukan/keluaran.
• Manipulasi Sistem Berkas
Program harus membaca dan menulis berkas dan kadang kala juga harus membuat dan menghapus berkas.
• Komunikasi
Kadang kala sebuah proses memerlukan informasi dari proses lain.
• Deteksi Error
Sistem operasi harus selalu waspada terhadap kemungkinan error.
Disamping pelayanan di atas, terdapat juga layanan-layanan lain yang bertujuan untuk mempertahankan efisiensi sistem itu sendiri. Layanan tambahan tersebut yaitu:
• Alokasi Sumber Daya
=> Ketika beberapa pengguna menggunakan sistem atau beberapa program dijalankan secara bersamaan, sumber daya harus dialokasikan bagi masing-masing pengguna dan program tersebut.
• Accounting
=> Kita menginginkan agar jumlah pengguna yang menggunakan sumber daya, dan jenis sumber daya yang digunakan selalu terjaga.
• Proteksi
=> Layanan proteksi memastikan bahwa segala akses ke sumber daya terkontrol; dan tentu saja keamanan terhadap gangguan dari luar sistem tersebut.
Interface dalam Telematika meliputi banyak hal, salah satunya adalah video conference. Layanan video conference merupakan layanan komunikasi yang melibatkan video dan audio secara real time. Salah satu fitur yang terdapat pada interface telematika seperti aplikasi berbasis web (berteknologi internet) yang tidak perlu di-install pada setiap client dan bisa berjalan pada sistem operasi apapun (Open System).
Pada telematika, terdapat beberapa layanan diantaranya sebagai berikut:
1. Layanan Informasi, merupakan penggabungan dari telekomunikasi digital dan teknologi komputer yang memegang peran penting dalam komunikasi antar manusia karena merupakan klasifikasi dari arus informasi sehingga isi dari presentasi dan informasi tidak tercampur.
2. Layanan Keamanan, merupakan layanan yang menyediakan keamanan bagi informasi dan data. Layanan ini terdiri atas enkripsi, penggunaan protokol, penentuan akses kontrol dan auditing.
3. Layanan Context Aware & Event Base, Layanan context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan
Kamis, 28 Oktober 2010
Past, Present, dan Future Telematika
Telekomunikasi mempunyai pengertian teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan berlangsung dua arah. 'Telekomunikasi' mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai sebagai kumpulan data, proses dan simpan hasil proses data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.
Telematika di dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Telematika. Telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis telematique yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.
Istilah telematika pertama digunakan tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Telematika yang berasal dari kata gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.
Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa telematic adalah singkatan dari telecomication and informatic sebagai wujud perpaduan konsep Computing and Communication. Telematics dikenal sebagai {the new hybrid technology} lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.
Belakangan baru disadari penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital.
Dalam perkembangannya istilah Media dalam telematika berkembang menjadi wacana multimedia, hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena Multimedia hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer mengolah informasi berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Jadi Teknologi Informasi (TI), telematika multimedia, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin berbeda maknanya, sebagai definisi kepada lingkup dan sudut pandang pengkajian.
Pengertian Telematika sendiri mengacu kepada industri yang berhubungan pada penggunakan komputer sistem telekomunikasi. Telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Awal era millennium, pemerintah Indonesia menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal “top-down” . Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), tentang Pendayagunaan Telematika. Khususnya terkait pengaturan dan pelaksanaan mengenai bidang usaha bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggungjawab Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
Adapun fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika menyiapkan perumusan kebijakan di bidang e-government, melaksanakan kebijakan di bidang e-government pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika, merumuskan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika, menyusun standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika, membangun, mengelolah dan mengemangkan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah, memerikan bimbingan teknis dan evaluasi, melaksanakan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.
Keterjangkauan financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millennium, bukan hanya mampu memperkenalkannya masyarakat luas, tetapi juga dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya transportasi, kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.
Telematika di dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Telematika. Telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis telematique yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.
Istilah telematika pertama digunakan tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Telematika yang berasal dari kata gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.
Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa telematic adalah singkatan dari telecomication and informatic sebagai wujud perpaduan konsep Computing and Communication. Telematics dikenal sebagai {the new hybrid technology} lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.
Belakangan baru disadari penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital.
Dalam perkembangannya istilah Media dalam telematika berkembang menjadi wacana multimedia, hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena Multimedia hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer mengolah informasi berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Jadi Teknologi Informasi (TI), telematika multimedia, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin berbeda maknanya, sebagai definisi kepada lingkup dan sudut pandang pengkajian.
Pengertian Telematika sendiri mengacu kepada industri yang berhubungan pada penggunakan komputer sistem telekomunikasi. Telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Awal era millennium, pemerintah Indonesia menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal “top-down” . Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), tentang Pendayagunaan Telematika. Khususnya terkait pengaturan dan pelaksanaan mengenai bidang usaha bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggungjawab Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
Adapun fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika menyiapkan perumusan kebijakan di bidang e-government, melaksanakan kebijakan di bidang e-government pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika, merumuskan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika, menyusun standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika, membangun, mengelolah dan mengemangkan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah, memerikan bimbingan teknis dan evaluasi, melaksanakan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.
Keterjangkauan financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millennium, bukan hanya mampu memperkenalkannya masyarakat luas, tetapi juga dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya transportasi, kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.
Senin, 11 Oktober 2010
Bagaimana telematika diindonesia
Perkembangan teknologi telematika di Indonesia cukup maju pesat,dari segi atau dalam bidang manapun,berbagai informasi dapat diakses dengan mudah sekaligus cepat. Setiap perkembangan dapat diikuti dimanapun berada. Tanpa mengenal Istilah jarak,dan istilah itupun makin lama makin nyata kebenarannya,contohnya handphone,setiap orang dapat berbicara langsung tanpa mesti bertemu dengan orang yang dituju,begitu juga dengan email semua orang bisa mengirim tulisan atau program yang dibutuhkan melalui email,dan bahkan org bisa saling bertatap muka tanpa harus bertemu,sungguh cepat perkembangan telematika di Indonesia, zaman informasi yang sudah berkembang sedemikian rupa seperti sekarng ini karna mungkin dengan adanya dukungan teknologi. Teknologi inilah yang menyampaikan beragam dan banyak informasi. Teknologi telematika ini juga yang membantu dalam pekerjaan ataupun dunia bisnis karna ruang lingkup teknologi ini sangat luas, Meskipun demikian dalam pembangunan telematika Indonesia ini perlu tetap diwaspadai dalam masalah koneksi antarjaringan yang ada. Indonesia perlu menerapkan suatu sistem telematika yang terbuka (open system) dan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi, yang mendorong kreativitas dan produktivitas yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia,pembangunan fisik telematika diakui belum diikuti dengan penyiapan perangkat hukum dan peraturan perundangan ,salah satunya adalah mengenai hal yang berkaitan dengan transaksi yang dilakukan secara elektronis, khususnya dalam pelaksanaan pembuktiannya. Sebagai contoh adalah pembayaran yang dilakukan melalui Internet atau pertukaran data yang dilakukan secara elektronis .
Senin, 27 September 2010
Telematika
Sejarah Telematika (Past Telematic)
Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.
Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. 'Telekomunikasi' mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.
Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
• Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
• Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
• Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)
Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:
• Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;
• Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
• Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.
Kolom Telematikan : Reformasi Internet Dulu dan Sekarang
Disukai atau tidak, dampak dari era reformasi 1998 benar-benar membawa dampak yang signifikan dalam perkembangan dunia telekomunikasi, informatika dan intenet. Tirani dan monopoli dari rezim terdahulu seakan benar-benar tersingkirkan akibat adanya reformasi tersebut.
Dan seiring semakin terbukanya pintu perdagangan dan arus informasi maka layanan yang dahulu mungkin hanya bisa dinikmati oleh beberapa kalangan elit dan berduit kini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat lebih luas, sebut saja layanan TV kabel berlangganan.
Ya, kemajuan teknologi sudah berkembang sangat pesat diberbagai lini kehidupan, terutama internet. Perkembangan internet sudah sangat jauh lebih berkembang dibanding 11 tahun silam. Mari sejenak kita menengok ke belakang mengenai masa lalu dunia Internet.
Media Akses
Dahulu, dial up menggunakan jaringan telepon tetap adalah satu-satunya media akses yang paling masuk akal agar perorangan dapat terhubung ke internet dari rumah atau kantor. Bahkan warnet-warnet pun banyak mengandalkan dial-up sebagai media koneksi Internet.
Perusahaan penyedia jasa internet mulai tumbuh satu per satu. Indonet merupakan salah satu pelopor untuk hal ini yang kemudian diikuti oleh perusahaan jasa internet lainnya. Hingga suatu saat lahirlah TelkomNet Instan, di mana dengan model seperti ini pelanggan dengan lebih mudah untuk melakukan dial-up tanpa perlu melakukan registrasi. Kecepatan maksimal dari dial-up hanya 57 Kbps.
Konten
Saat itu para para penyedia konten masih terbatas hanya menyediakan informasi yang searah, walau memang ada beberapa penyedia konten interaktif (forum) dan social networking, sebut saja kafegaul.com, astaga.com, boleh.com, dan lainnya. Besarnya halaman berkisar antara 50 KB-100 KB per halaman, hal ini mungkin masih disebabkan karena akses yang digunakan mayoritas masih menggunakan dial-up modem dengan kecepatan 57 Kbps.
Konten luar negeri pun masih di dominasi oleh layanan penyedia jasa email gratisan seperti Yahoo, usa.net, eudoramail, multicity.
Social Networking
ICQ merupakan salah satu aplikasi chating yang banyak digemari, selain Yahoo Messenger pastinya. ICQ merupakan salah satu pelopor aplikasi chating yang bisa melakukan transfer file, conference dan mengirim voice. MSN Messenger juga masih merupakan aplikasi chatting favorit. Tak ketinggalan MIRC, salah satu aplikasi chat ini benar-benar menjadi idola, terutama para pengunjung Warnet yang betah beberapa jam hanya untuk chating di MIRC, dahulu ada istilah : "ASL please…." (Age Sex Location), istilah ketika kita akan berkenalan dengan lawan chating kita.
Terminal OS
Desktop! Itulah mayoritas terminal yang digunakan untuk beraktivitas online saat itu. Laptop masih sangat jarang digunakan karena harganya yang waktu sangat jauh dari terjangkau. Windows 98 merupakan OS (Operating System) yang paling populer saat itu. Linux masih sangat jarang digunakan, saat itu Linux masih dianggap sebagai OS dunia gelap oleh sebagian orang karena bingung setelah selesai menginstal Linux lalu harus apa yang dilakukan.
Lalu setelah itu, perlahan namun pasti kemajuan teknologi telekomunikasi seakan benar tancap gas. Berbagai inovasi lahir dan dengan cepat bisa dinikmati di bumi pertiwi. Teknologi Selular merupakan salah satu pemicu kemajuan teknologi tersebut.
Sebelumnya masyarakat sudah cukup senang dengan pager (baca: pejer) sehingga sempat menjadi tren untuk beberapa saat sebelum akhirnya mati secara teratur karena tergusur oleh semakin inovatifnya layanan-layanan dari operator selular. Kondisi yang sama juga terjadi di dunia Internet, teknologi lama yang tidak mau ber-evolusi menjadi tergusur.
Mari kita lihat perkembangan dunia Internet saat ini.
Media Akses
Dial up, memang media ini masih ada dan masih bisa digunakan saat ini, bahkan para penyedia jasa internet masih tetap menjual layanan tersebut. Namun perlahan namun pasti media-media akses lainnya yang menjanjikan kualitas dan harga yang kompetitif membuat dial-up mungkin menjadi pilihan terakhir jika kita akan melakukan koneksi ke Internet.
Untuk para pelanggan korporasi media dedicated Leased Line ataupun wireless menjadi yang paling banyak dipilih agar kantor mereka bisa terhubung dengan tingkat reliability yang tinggi.
Bahkan di gedung-gedung perkantoran di Jakarta fiber optic merupakan menu pertama sebagai media penghubung ke Internet. Bagi kalangan pribadi/personal media wireless dari para operator selular nampaknya menjadi pilihan utama agar bisa terhubung ke Internet kapanpun dimana pun.
Layanan hotspot wi-fi gratisan/berbayar juga tetap dipilih oleh para pelanggan karena diyakini memberikan kualitas yang mencukupi. Di beberapa wilayah perumahan di Jakarta, koneksi internet yang disediakan oleh salah satu penyedia layanan TV kabel pun menjadi pilihan untuk koneksi ke Internet.
Begitupun teknologi ADSL yang diusung oleh salah satu penyedia jasa telekomunikasi incumbent. Namun karena keterbatasan infrastruktur yang mereka miliki maka kembali layanan internet dari operator selular menjadi banyak dipilih oleh kalangan yang ingin terkoneksi ke Internet di rumah-rumah.
Jangan lupakan RT/RW net yang merupakan infrastruktur swadaya yang dibangun masyarakat juga banyak digunakan di rumah-rumah. Saat ini kecepatan untuk berlangganan Internet sangat beragam dari mulai 57 Kbps sampai dengan satuan terbesar yaitu Mbps.
Konten
Tersedianya beragam konten saat ini membuat masyarakat semakin nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas di Internet. Forum, layanan e-mail, berbagai macam portal sudah tersedia saat ini, baik produk dalam negeri ataupun produk dari negeri tetangga. Bahkan salah satu trend saat ini yaitu Blog mendapat response yang sangat bagus di masyarakat Indonesia. Dan dengan eksistensi ini Indonesia cukup diperhitungkan di dunia blog international.
Secara keseluruhan Google dan Yahoo masih merupakan konten yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, namun hal ini tidak berarti menyurutkan langkah para penyedia jasa konten Indonesia untuk terus berkompetisi dengan penyedia konten produk luar negeri. Detik.com dan Kaskus secara konsisten terus masuk dalam ranking 10 besar top website yang sering dikunjungi dari Indonesia.
Hal ini tak lepas dari inovasi yang terus dilakukan oleh mereka untuk para pengunjungnya agar tetap terus berkunjung. Penulis mencatat beberapa konten terus konsisten melakukan upaya-upaya agar pengunjung kembali lagi mengunjungi mereka, sebut saja Fupei, Kompas.com, Kafegaul.com.
Namun sayangnya semakin hari ukurang halaman dari konten-konten tersebut menjadi semakin besar, hal ini sangat dimungkinkan karena lebar bandwidth pada media akses pun semakin besar dan bagus.
Social Networking
Sampai saat ini Yahoo Messenger masih merupakan media chating yang paling diminati. Facebook merupakan salah satu fenomena social networking yang diminati oleh berbagai lapisan masyarakat. Pelajar, mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga, kalangan professional hingga artis dan kalangan politik sekalipun banyak yang menggunakan Facebook untuk dapat terus saling berhubungan dengan yang lain.
Twitter, Plurk menjadi pelengkap dunia social networking saat ini. Namun, dimanakah konten lokal produksi anak negeri? Tidak perlu khawatir, Kaskus, Fupei, Koprol merupakan produk dalam negeri yang cukup diminati dan sukses. Bahkan konten-konten penyedia informasi juga tak tinggal diam menyikapi hal ini, forum Detik.com dan forum Kompas.com berupaya memberikan 'rasa social networking' bagi para pengunjungnya. Lalu di manakah boleh.com? Portal tersebut yang dahulu di gadang-gadang menjadi salah satu pelopor social networking di Indonesia kini mungkin tinggal nama.
Terminal OS
Ketika harga laptop mulai turun dan semakin terjangkau, lalu muncul lah satu trend baru dalam kehidupan masyarakat dimana kafe-kafe dan tempat umum menyediakan hotspot wi-fi bagi para pengunjungnya. Sungguh sangat biasa melihat pengunjung kafe asik becengkrama dengan laptopnya.
Namun ternyata tren tersebut juga tidak bertahan lama, laptop masih terlalu besar untuk dibawa kemana-mana, walaupun saat ini netbook (laptop yang lebih kecil ukuran nya) juga tersedia dengan harga yang lebih terjangkau. Dan akhirnya mereka lebih memilih terminal yang lebih kecil dan bisa dibawa kemanapun tanpa membuat mereka ribet.
Smartphone, itulah jawabannya. Ketika Nokia memutuskan memilih Indonesia sebagai tempat peluncuran pertama di dunia untuk product Communicator-nya, itu merupakan tonggak awal yang menunjukan bahwa 'mobile internet' merupakan tren yang akan terus berkembang pesat bukan hanya di Indonesia, namun di belahan dunia lainnya, dan hal tersebut terbukti saat ini.
BlackBerry, Iphone, Android, Windows Mobile Devices hingga sekelas Nexian merupakan pilihan yang bisa digunakan untuk agar terus terkoneksi ke Internet secara mobile. Namun tetap, fungsi dari desktop dan laptop belum akan bisa tergantikan. Jenis-jenis smartphone yang digunakan hanyalah sebagai pelengkap dari desktop dan laptop itu sendiri.
Ya, begitulah perubahan yang terjadi setidaknya setelah era reformasi tahun 1998 dalam dunia telekomunikasi, informatika dan Internet. Semua berubah dengan sangat cepatnya, dimana perubahan tersebut harus siap kita antisipasi agar tidak ketinggalan gerbong perubahan.
Sebuah survei yang pernah dilakukan menunjukan bahwa lebih dari 40% lebih koneksi internet hanya digunakan untuk chat dan social networking. Sebuah fenomena yang menarik bukan?
Shifting (berubah), itu juga menjadi faktor yang harus dilakukan jika kita ingin terus bereksistensi dalam dunia teknologi dan informasi. Banyak contoh kegagalan yang karena enggan untuk berubah akhirnya membuat mereka tertinggal oleh jaman. Janganlah malu untuk berubah, selagi perubahan tersebut masih dalam kode etik yang benar.
Tahukah anda bahwa Blackberry dahulu hanyalah salah satu perusahaan Pager yang hampir gulung tikar? Namun mereka berbenah, berubah dan memandang jauh ke depan sehingga saat ini mereka menjadi penantang serius bagi vendor-vendor yang sudah eksis terlebih dahulu.
Begitupun dengan warnet, perlahan namun pasti akan terus tergerus jika tidak merubah business modelnya. Warnet saat ini tIdak cukup dengan menyewakan desktop yang memiliki akses internet, walau banyak warnet sudah berubah selain menyediakan akses internet juga menyediakan game online namun apakah itu cukup? Menurut saya tidak.
Masih banyak hal yang bisa dilakukan agar mereka bisa terus tetap eksis dalam bisnis Internet. Perubahan tidak bisa hanya berpangku tangan terhadap pemerintah, karena pemerintah tidak akan terlalu jauh mengurusi semua lini. Kecuali jika memang kita menginginkan kembali dalam tirani dan monopoli seperti sebelum era reformasi. Saat ini Internet harus sudah bisa digunakan di manapun, kapanpun dan tidak perlu membuat kita menjadi repot.
Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.
Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. 'Telekomunikasi' mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.
Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
• Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
• Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
• Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)
Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:
• Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
• Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;
• Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
• Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.
Kolom Telematikan : Reformasi Internet Dulu dan Sekarang
Disukai atau tidak, dampak dari era reformasi 1998 benar-benar membawa dampak yang signifikan dalam perkembangan dunia telekomunikasi, informatika dan intenet. Tirani dan monopoli dari rezim terdahulu seakan benar-benar tersingkirkan akibat adanya reformasi tersebut.
Dan seiring semakin terbukanya pintu perdagangan dan arus informasi maka layanan yang dahulu mungkin hanya bisa dinikmati oleh beberapa kalangan elit dan berduit kini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat lebih luas, sebut saja layanan TV kabel berlangganan.
Ya, kemajuan teknologi sudah berkembang sangat pesat diberbagai lini kehidupan, terutama internet. Perkembangan internet sudah sangat jauh lebih berkembang dibanding 11 tahun silam. Mari sejenak kita menengok ke belakang mengenai masa lalu dunia Internet.
Media Akses
Dahulu, dial up menggunakan jaringan telepon tetap adalah satu-satunya media akses yang paling masuk akal agar perorangan dapat terhubung ke internet dari rumah atau kantor. Bahkan warnet-warnet pun banyak mengandalkan dial-up sebagai media koneksi Internet.
Perusahaan penyedia jasa internet mulai tumbuh satu per satu. Indonet merupakan salah satu pelopor untuk hal ini yang kemudian diikuti oleh perusahaan jasa internet lainnya. Hingga suatu saat lahirlah TelkomNet Instan, di mana dengan model seperti ini pelanggan dengan lebih mudah untuk melakukan dial-up tanpa perlu melakukan registrasi. Kecepatan maksimal dari dial-up hanya 57 Kbps.
Konten
Saat itu para para penyedia konten masih terbatas hanya menyediakan informasi yang searah, walau memang ada beberapa penyedia konten interaktif (forum) dan social networking, sebut saja kafegaul.com, astaga.com, boleh.com, dan lainnya. Besarnya halaman berkisar antara 50 KB-100 KB per halaman, hal ini mungkin masih disebabkan karena akses yang digunakan mayoritas masih menggunakan dial-up modem dengan kecepatan 57 Kbps.
Konten luar negeri pun masih di dominasi oleh layanan penyedia jasa email gratisan seperti Yahoo, usa.net, eudoramail, multicity.
Social Networking
ICQ merupakan salah satu aplikasi chating yang banyak digemari, selain Yahoo Messenger pastinya. ICQ merupakan salah satu pelopor aplikasi chating yang bisa melakukan transfer file, conference dan mengirim voice. MSN Messenger juga masih merupakan aplikasi chatting favorit. Tak ketinggalan MIRC, salah satu aplikasi chat ini benar-benar menjadi idola, terutama para pengunjung Warnet yang betah beberapa jam hanya untuk chating di MIRC, dahulu ada istilah : "ASL please…." (Age Sex Location), istilah ketika kita akan berkenalan dengan lawan chating kita.
Terminal OS
Desktop! Itulah mayoritas terminal yang digunakan untuk beraktivitas online saat itu. Laptop masih sangat jarang digunakan karena harganya yang waktu sangat jauh dari terjangkau. Windows 98 merupakan OS (Operating System) yang paling populer saat itu. Linux masih sangat jarang digunakan, saat itu Linux masih dianggap sebagai OS dunia gelap oleh sebagian orang karena bingung setelah selesai menginstal Linux lalu harus apa yang dilakukan.
Lalu setelah itu, perlahan namun pasti kemajuan teknologi telekomunikasi seakan benar tancap gas. Berbagai inovasi lahir dan dengan cepat bisa dinikmati di bumi pertiwi. Teknologi Selular merupakan salah satu pemicu kemajuan teknologi tersebut.
Sebelumnya masyarakat sudah cukup senang dengan pager (baca: pejer) sehingga sempat menjadi tren untuk beberapa saat sebelum akhirnya mati secara teratur karena tergusur oleh semakin inovatifnya layanan-layanan dari operator selular. Kondisi yang sama juga terjadi di dunia Internet, teknologi lama yang tidak mau ber-evolusi menjadi tergusur.
Mari kita lihat perkembangan dunia Internet saat ini.
Media Akses
Dial up, memang media ini masih ada dan masih bisa digunakan saat ini, bahkan para penyedia jasa internet masih tetap menjual layanan tersebut. Namun perlahan namun pasti media-media akses lainnya yang menjanjikan kualitas dan harga yang kompetitif membuat dial-up mungkin menjadi pilihan terakhir jika kita akan melakukan koneksi ke Internet.
Untuk para pelanggan korporasi media dedicated Leased Line ataupun wireless menjadi yang paling banyak dipilih agar kantor mereka bisa terhubung dengan tingkat reliability yang tinggi.
Bahkan di gedung-gedung perkantoran di Jakarta fiber optic merupakan menu pertama sebagai media penghubung ke Internet. Bagi kalangan pribadi/personal media wireless dari para operator selular nampaknya menjadi pilihan utama agar bisa terhubung ke Internet kapanpun dimana pun.
Layanan hotspot wi-fi gratisan/berbayar juga tetap dipilih oleh para pelanggan karena diyakini memberikan kualitas yang mencukupi. Di beberapa wilayah perumahan di Jakarta, koneksi internet yang disediakan oleh salah satu penyedia layanan TV kabel pun menjadi pilihan untuk koneksi ke Internet.
Begitupun teknologi ADSL yang diusung oleh salah satu penyedia jasa telekomunikasi incumbent. Namun karena keterbatasan infrastruktur yang mereka miliki maka kembali layanan internet dari operator selular menjadi banyak dipilih oleh kalangan yang ingin terkoneksi ke Internet di rumah-rumah.
Jangan lupakan RT/RW net yang merupakan infrastruktur swadaya yang dibangun masyarakat juga banyak digunakan di rumah-rumah. Saat ini kecepatan untuk berlangganan Internet sangat beragam dari mulai 57 Kbps sampai dengan satuan terbesar yaitu Mbps.
Konten
Tersedianya beragam konten saat ini membuat masyarakat semakin nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas di Internet. Forum, layanan e-mail, berbagai macam portal sudah tersedia saat ini, baik produk dalam negeri ataupun produk dari negeri tetangga. Bahkan salah satu trend saat ini yaitu Blog mendapat response yang sangat bagus di masyarakat Indonesia. Dan dengan eksistensi ini Indonesia cukup diperhitungkan di dunia blog international.
Secara keseluruhan Google dan Yahoo masih merupakan konten yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, namun hal ini tidak berarti menyurutkan langkah para penyedia jasa konten Indonesia untuk terus berkompetisi dengan penyedia konten produk luar negeri. Detik.com dan Kaskus secara konsisten terus masuk dalam ranking 10 besar top website yang sering dikunjungi dari Indonesia.
Hal ini tak lepas dari inovasi yang terus dilakukan oleh mereka untuk para pengunjungnya agar tetap terus berkunjung. Penulis mencatat beberapa konten terus konsisten melakukan upaya-upaya agar pengunjung kembali lagi mengunjungi mereka, sebut saja Fupei, Kompas.com, Kafegaul.com.
Namun sayangnya semakin hari ukurang halaman dari konten-konten tersebut menjadi semakin besar, hal ini sangat dimungkinkan karena lebar bandwidth pada media akses pun semakin besar dan bagus.
Social Networking
Sampai saat ini Yahoo Messenger masih merupakan media chating yang paling diminati. Facebook merupakan salah satu fenomena social networking yang diminati oleh berbagai lapisan masyarakat. Pelajar, mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga, kalangan professional hingga artis dan kalangan politik sekalipun banyak yang menggunakan Facebook untuk dapat terus saling berhubungan dengan yang lain.
Twitter, Plurk menjadi pelengkap dunia social networking saat ini. Namun, dimanakah konten lokal produksi anak negeri? Tidak perlu khawatir, Kaskus, Fupei, Koprol merupakan produk dalam negeri yang cukup diminati dan sukses. Bahkan konten-konten penyedia informasi juga tak tinggal diam menyikapi hal ini, forum Detik.com dan forum Kompas.com berupaya memberikan 'rasa social networking' bagi para pengunjungnya. Lalu di manakah boleh.com? Portal tersebut yang dahulu di gadang-gadang menjadi salah satu pelopor social networking di Indonesia kini mungkin tinggal nama.
Terminal OS
Ketika harga laptop mulai turun dan semakin terjangkau, lalu muncul lah satu trend baru dalam kehidupan masyarakat dimana kafe-kafe dan tempat umum menyediakan hotspot wi-fi bagi para pengunjungnya. Sungguh sangat biasa melihat pengunjung kafe asik becengkrama dengan laptopnya.
Namun ternyata tren tersebut juga tidak bertahan lama, laptop masih terlalu besar untuk dibawa kemana-mana, walaupun saat ini netbook (laptop yang lebih kecil ukuran nya) juga tersedia dengan harga yang lebih terjangkau. Dan akhirnya mereka lebih memilih terminal yang lebih kecil dan bisa dibawa kemanapun tanpa membuat mereka ribet.
Smartphone, itulah jawabannya. Ketika Nokia memutuskan memilih Indonesia sebagai tempat peluncuran pertama di dunia untuk product Communicator-nya, itu merupakan tonggak awal yang menunjukan bahwa 'mobile internet' merupakan tren yang akan terus berkembang pesat bukan hanya di Indonesia, namun di belahan dunia lainnya, dan hal tersebut terbukti saat ini.
BlackBerry, Iphone, Android, Windows Mobile Devices hingga sekelas Nexian merupakan pilihan yang bisa digunakan untuk agar terus terkoneksi ke Internet secara mobile. Namun tetap, fungsi dari desktop dan laptop belum akan bisa tergantikan. Jenis-jenis smartphone yang digunakan hanyalah sebagai pelengkap dari desktop dan laptop itu sendiri.
Ya, begitulah perubahan yang terjadi setidaknya setelah era reformasi tahun 1998 dalam dunia telekomunikasi, informatika dan Internet. Semua berubah dengan sangat cepatnya, dimana perubahan tersebut harus siap kita antisipasi agar tidak ketinggalan gerbong perubahan.
Sebuah survei yang pernah dilakukan menunjukan bahwa lebih dari 40% lebih koneksi internet hanya digunakan untuk chat dan social networking. Sebuah fenomena yang menarik bukan?
Shifting (berubah), itu juga menjadi faktor yang harus dilakukan jika kita ingin terus bereksistensi dalam dunia teknologi dan informasi. Banyak contoh kegagalan yang karena enggan untuk berubah akhirnya membuat mereka tertinggal oleh jaman. Janganlah malu untuk berubah, selagi perubahan tersebut masih dalam kode etik yang benar.
Tahukah anda bahwa Blackberry dahulu hanyalah salah satu perusahaan Pager yang hampir gulung tikar? Namun mereka berbenah, berubah dan memandang jauh ke depan sehingga saat ini mereka menjadi penantang serius bagi vendor-vendor yang sudah eksis terlebih dahulu.
Begitupun dengan warnet, perlahan namun pasti akan terus tergerus jika tidak merubah business modelnya. Warnet saat ini tIdak cukup dengan menyewakan desktop yang memiliki akses internet, walau banyak warnet sudah berubah selain menyediakan akses internet juga menyediakan game online namun apakah itu cukup? Menurut saya tidak.
Masih banyak hal yang bisa dilakukan agar mereka bisa terus tetap eksis dalam bisnis Internet. Perubahan tidak bisa hanya berpangku tangan terhadap pemerintah, karena pemerintah tidak akan terlalu jauh mengurusi semua lini. Kecuali jika memang kita menginginkan kembali dalam tirani dan monopoli seperti sebelum era reformasi. Saat ini Internet harus sudah bisa digunakan di manapun, kapanpun dan tidak perlu membuat kita menjadi repot.
Rabu, 26 Mei 2010
Tugas Bahasa Indonesia
Tugas Bahasa Indonesia
(Soft Skill)
1. Tetapkan kalimat-kalimat mana merupakan proposisi, mana yang tidak:
a. Kebanyakan anak-anak lebih condong untuk memilih karier yang sama dengan karier orang tua mereka.
• Proposisi: Merupakan kalimat proposisi tidak nyata, karena kalimat ini terdapat pendapat seseorang.
b. Saya memcoba menginsafkan mereka supaya tidak berpendirian sepecik itu.
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini merupakan kalimat keinginan.
c. Ditinjau dari keadaan geografis dan dunia keuangan, maka Concorde akan lebih ideal dan lebih bermanfaat untuk melintasi Samudra Atlantik Utara.
• Proposisi: Merupakan kalimat proposisi nyata, karena kalimat ini dapat dibuktikan kebenarannya.
d. Panggilah orang itu untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat perintah.
e. Bila kapal terbang mencapai kecepatan 1060 km perjam, maka gelombang-gelombang yang dihasilkan oleh motor tepat mengenai cepat rambat bunyi dan tidak menjahui pesawat karena cepat rambatnya sama dengan kecepatan kapal terbang.
• Proposisi: Merupakan kalimat proposisi nyata, karena kalimat ini dapat dibuktikan kebenarannya.
f. Mudah-mudah mereka semua sampai dengan selamat di tempat tujuan.
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat harapan.
g. Siapa yang bertanggungjawab atas semua kekacauan ini?
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat Tanya.
h. Marilah kita menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai pembuka acara pagi ini.
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat perintah.
i. Kesimpulan-kesimpulan mengenai masa depan manusia demikian suramnya sehingga dapat dikatakan bahwa ramalan-ramalan hari kiamat itu tidak dapat dielakan lagi.
• Proposisi: Merupakan kalimat proposisi tidak nyata, karena kalimat ini merupakan kalimat kesimpulan.
j. Biarlah mereka menyelesaikan pekerjaan itu sementara kita istirahat di bawah pohon yang rindang itu.
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat perintah.
k. Mereka akan tiba sore ini jam 17.30 di pelabuhan udara internasional Halim Perdana Kusuma.
• Proposisi: Merupakan kalimat proposisi nyata, karena kalimat ini dapat dibuktikan kebenarannya.
l. Mudah-mudahan mereka tiba besok pagi.
• Tidak proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat harapan.
2. Tunjukkan yang mana dari proposisi berikut yang Saudara anggap mengandung inferensi dan mana yang mengandung impilikasi.
a. Hari ini matahari bersinar terang bederang sejak pagi.
• Implikasi.
b. Cara perawatan kesehatan Pegawai Negeri yang berlaku di Jakarta dewasa ini menyebabkan banyak dosen(juga pegawai negeri yang lain) tidak menjalankan tugasnya, karena setiap kali harus pergi ke puskesmas pada jam-jam kerja untuk berobat.
• Inferensi.
c. Pemerintah akan membicarakan jaminan kerja dan upah yang layak bagi semua orang.
• Inferensi.
d. Alat pengukur panas di Kemayoran memperlihatkan angkan tiga puluh lima derajat celcius.
• Implikasi.
e. Semua makanan yang dihidangkan itu habis dimakannya.
• Implikasi.
f. Anak itu harus dipersalahkan karena ia yang lebih dahulu mengganggu kawannya.
• Inferensi.
Ket :
• (Merupakan symbol jawaban)…..
(Soft Skill)
1. Tetapkan kalimat-kalimat mana merupakan proposisi, mana yang tidak:
a. Kebanyakan anak-anak lebih condong untuk memilih karier yang sama dengan karier orang tua mereka.
• Proposisi: Merupakan kalimat proposisi tidak nyata, karena kalimat ini terdapat pendapat seseorang.
b. Saya memcoba menginsafkan mereka supaya tidak berpendirian sepecik itu.
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini merupakan kalimat keinginan.
c. Ditinjau dari keadaan geografis dan dunia keuangan, maka Concorde akan lebih ideal dan lebih bermanfaat untuk melintasi Samudra Atlantik Utara.
• Proposisi: Merupakan kalimat proposisi nyata, karena kalimat ini dapat dibuktikan kebenarannya.
d. Panggilah orang itu untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat perintah.
e. Bila kapal terbang mencapai kecepatan 1060 km perjam, maka gelombang-gelombang yang dihasilkan oleh motor tepat mengenai cepat rambat bunyi dan tidak menjahui pesawat karena cepat rambatnya sama dengan kecepatan kapal terbang.
• Proposisi: Merupakan kalimat proposisi nyata, karena kalimat ini dapat dibuktikan kebenarannya.
f. Mudah-mudah mereka semua sampai dengan selamat di tempat tujuan.
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat harapan.
g. Siapa yang bertanggungjawab atas semua kekacauan ini?
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat Tanya.
h. Marilah kita menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai pembuka acara pagi ini.
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat perintah.
i. Kesimpulan-kesimpulan mengenai masa depan manusia demikian suramnya sehingga dapat dikatakan bahwa ramalan-ramalan hari kiamat itu tidak dapat dielakan lagi.
• Proposisi: Merupakan kalimat proposisi tidak nyata, karena kalimat ini merupakan kalimat kesimpulan.
j. Biarlah mereka menyelesaikan pekerjaan itu sementara kita istirahat di bawah pohon yang rindang itu.
• Tidak Proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat perintah.
k. Mereka akan tiba sore ini jam 17.30 di pelabuhan udara internasional Halim Perdana Kusuma.
• Proposisi: Merupakan kalimat proposisi nyata, karena kalimat ini dapat dibuktikan kebenarannya.
l. Mudah-mudahan mereka tiba besok pagi.
• Tidak proposisi: Karena kalimat ini terdapat kalimat harapan.
2. Tunjukkan yang mana dari proposisi berikut yang Saudara anggap mengandung inferensi dan mana yang mengandung impilikasi.
a. Hari ini matahari bersinar terang bederang sejak pagi.
• Implikasi.
b. Cara perawatan kesehatan Pegawai Negeri yang berlaku di Jakarta dewasa ini menyebabkan banyak dosen(juga pegawai negeri yang lain) tidak menjalankan tugasnya, karena setiap kali harus pergi ke puskesmas pada jam-jam kerja untuk berobat.
• Inferensi.
c. Pemerintah akan membicarakan jaminan kerja dan upah yang layak bagi semua orang.
• Inferensi.
d. Alat pengukur panas di Kemayoran memperlihatkan angkan tiga puluh lima derajat celcius.
• Implikasi.
e. Semua makanan yang dihidangkan itu habis dimakannya.
• Implikasi.
f. Anak itu harus dipersalahkan karena ia yang lebih dahulu mengganggu kawannya.
• Inferensi.
Ket :
• (Merupakan symbol jawaban)…..
Percakapan
Percakapan
(Kondisi)
Yuli : Permisi, selamat malam Dita. Bagaimana kabar kamu hari ini???
Dita : Oke, saya baik. Gimana dengan kamu???
Yuli : Baik juga, saya ingin bertanya kepada kamu…Cuaca apa yang kamu suka apabila berada di dalam kampus???
Dita : Saya menyukai cuaca yang nyaman di dalam kampus…
Yuli : Mengapa kamu menyukai cuaca yang nyaman???
Dita : Karena, saya tidak suka suasana yang ramai yang membuat saya jenuh…
Yuli : Ok, Dita terima kasih atas informasi tentang kondisi cuaca hari ini….
Dita : Iya sama-sama…
(Kondisi)
Yuli : Permisi, selamat malam Dita. Bagaimana kabar kamu hari ini???
Dita : Oke, saya baik. Gimana dengan kamu???
Yuli : Baik juga, saya ingin bertanya kepada kamu…Cuaca apa yang kamu suka apabila berada di dalam kampus???
Dita : Saya menyukai cuaca yang nyaman di dalam kampus…
Yuli : Mengapa kamu menyukai cuaca yang nyaman???
Dita : Karena, saya tidak suka suasana yang ramai yang membuat saya jenuh…
Yuli : Ok, Dita terima kasih atas informasi tentang kondisi cuaca hari ini….
Dita : Iya sama-sama…
Rabu, 12 Mei 2010
Perkenalan Diri
Perkenalan Diri
Asalamualaikum Wr Wb
Selamat Malam semuanya…..
Di sini saya akan menceritakan tentang jatidiri saya, nama saya Yuli Rani Arini biasa dipanggil yuli. Saya tinggal di Jatimakmur Jl Bank Of Tokyo rt 006/011 No.47, saya akan ke-3 dari 4 bersaudara. Ibu saya bernama Euis Suarsih sehari-harinya bekerja menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Jakarta Selatan, dan ayah Saya bernama Budi Susanto yang telah tiada semenjak saya berumu 2 tahun 5 bulan.
Awal mula saya bersekolah umur 4 tahun di TK Al-Khairyah II yang berlokasi di jalan raya Jatimakmur, seingat saya waktu saya masik duduk di bangku TK pada hari Sabtu saya sering diantar jemput oleh ibu saya.
Selajutnya saya besekolah di SD Jatimakmur III, lokasi sekolah ini tidak jauh dari rumah saya.
Kemudian saya meneruskan ke SLTP Negeri 6 Bekasi, sekolah ini sering disebut BHEL-VAST karena lokasi sekolah ini tepat berada di belakang pasar.
Dan pada saat SMA saya memilih SMA Negeri 5 Bekasi, lokasi sekolah inipun tidak jauh dari sekolah SLTP Negeri 6 bekasi. Pada kelas 11 saya mengambil jurusan IPA, pada saat itu pun saya bangga karena di sekolah ini jurusan IPA di pandang beda dengan jurusan-jurusan lain.
Dan sekarang saya meneruskan ke sebuah Universitas Swasta yang berada di Bekasi tepatnya di jalan raya Kalimalang, Universitas ini bernama Universitas Gunadarma. Disini saya mengambil jurusan Sisitem Informasi, dan sekarang saya sudah di semester 6 .
Dan saya kedepannya ingin menjadi seorang IT atau seorang Dosen yang mengenai computer, agar semua mahasiswa yang saya ajarkan dapat mengetahui mengenai sejarah dan perkembangan tentang computer yang sudah mulai canggih dikalangan masyarakat saat ini.
Asalamualaikum Wr Wb
Selamat Malam semuanya…..
Di sini saya akan menceritakan tentang jatidiri saya, nama saya Yuli Rani Arini biasa dipanggil yuli. Saya tinggal di Jatimakmur Jl Bank Of Tokyo rt 006/011 No.47, saya akan ke-3 dari 4 bersaudara. Ibu saya bernama Euis Suarsih sehari-harinya bekerja menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Jakarta Selatan, dan ayah Saya bernama Budi Susanto yang telah tiada semenjak saya berumu 2 tahun 5 bulan.
Awal mula saya bersekolah umur 4 tahun di TK Al-Khairyah II yang berlokasi di jalan raya Jatimakmur, seingat saya waktu saya masik duduk di bangku TK pada hari Sabtu saya sering diantar jemput oleh ibu saya.
Selajutnya saya besekolah di SD Jatimakmur III, lokasi sekolah ini tidak jauh dari rumah saya.
Kemudian saya meneruskan ke SLTP Negeri 6 Bekasi, sekolah ini sering disebut BHEL-VAST karena lokasi sekolah ini tepat berada di belakang pasar.
Dan pada saat SMA saya memilih SMA Negeri 5 Bekasi, lokasi sekolah inipun tidak jauh dari sekolah SLTP Negeri 6 bekasi. Pada kelas 11 saya mengambil jurusan IPA, pada saat itu pun saya bangga karena di sekolah ini jurusan IPA di pandang beda dengan jurusan-jurusan lain.
Dan sekarang saya meneruskan ke sebuah Universitas Swasta yang berada di Bekasi tepatnya di jalan raya Kalimalang, Universitas ini bernama Universitas Gunadarma. Disini saya mengambil jurusan Sisitem Informasi, dan sekarang saya sudah di semester 6 .
Dan saya kedepannya ingin menjadi seorang IT atau seorang Dosen yang mengenai computer, agar semua mahasiswa yang saya ajarkan dapat mengetahui mengenai sejarah dan perkembangan tentang computer yang sudah mulai canggih dikalangan masyarakat saat ini.
Langganan:
Postingan (Atom)